Loading...
Myth Debunked

Mitos yang Tidak Asing di Telinga Ketika Memilih Laptop Bagus

Memilih laptop bagus

Mau beli laptop bagus? Pasti nanti kamu akan akrab dengan pernyataan-pernyataan dibawah ini ketika meminta saran kepada teman-temanmu. Pernyataan-pernyataan itu tidak semuanya salah, tapi yang jelas gak semuanya benar juga. Banyak hal yang lebih perlu untuk kamu tahu lebih dalam agar pilihanmu tepat.

Pada intinya tips utama dan paling mantaf untuk kamu yang ingin beli laptop adalah 3 hal ini: Tahu kebutuhanmu, mahal tidak selalu bagus, dan perhitungkan prinsip 1 3 5.

Kamu harus memperhitungkan budget dan kebutuhanmu akan laptop. Apakah kamu membutuhkan laptop hanya untuk pekerjaan? Atau untuk desain grafis? Masing-masing memiliki spesifikasi masing-masing. Biasanya, laptop yang digunakan untuk gaming akan lebih mahal dan lebih berat ketimbang yang hanya digunakan untuk pekerjaan kantor.

Kemudian perhitungkan prinsip 1 3 5. Ingatlah bahwa setiap 1 tahun sekali, akan ada selalu ada laptop yang ngalahin spesifikasi laptopmu sekarang. Di 3 tahun kemudian, semua laptop di pasaran akan mengalahkan spesifikasi laptopmu yang sekarang (di kelas harga yang sama tentunya). Di tahun ke 5, laptop kamu akan menjadi usang dan mungkin saja beberapa masalah seperti baterai, perkabelan, dan layar, akan muncul.

Kembali ke topik, berikut mitos tentang laptop bagus yang perlu kamu perhatikan

1. Laptop dengan processor Core I akan selalu lebih bagus dibandingkan yang Celeron atau Pentium

Jawaban singkatnya: Iya, sih. Memang overall processor Core I akan lebih bagus. Namun kamu perlu tahu bahwa perbedaan mendasar masing-masing grup processor itu adalah fiturnya. Ada fitur yang memungkinkan kamu login lewat pengenal wajah, atau ada fitur yang mencegah aplikasi jahat running di laptopmu. Tentu saja fitur terbaik ada di Core I processor untuk laptop.

Tapi jika berbicara masalah kemampuan utama processor itu sendiri seperti kecepatan dan efisiensi, itu semua tidak tergantung pada grup processornya. Performance per Watt Celeron N2830 lebih baik ketimbang Core I3-3217U (Sky Diver, Cloud Gate, CompuBench 1.5 Bitcoin mining) yang artinya Celeron dalam kasus ini lebih efisien. Kecepatan Celeron N2830 juga lebih cepat dengan 2.16 GHz dibanding Core I3-3217U yang hanya 1.8 Ghz.

2. Laptop bagus berprocessor Intel dibandingkan AMD

In terms of performance, yes. But untuk value deal, AMD lebih mantab. Di low-end, harga relatif sama antara processor Intel maupun AMD namun di high-end, baru terasa bedanya processor AMD bisa lebih murah ketimbang Intel dengan performa yang nyaris sama (Contoh AMD Ryzen), walaupun Intel masih lebih bagus. Tapi jangan remehkan processor AMD juga, AMD memiliki processor APU (Accelerated Processing Unit) yang kamu hanya butuh processor APU untuk bisa gaming, jadi gak perlu mahal-mahal beli VGA.

Tapi jika berbicara masalah kemampuan utama processor itu sendiri seperti kecepatan dan efisiensi, itu semua tidak tergantung pada grup processornya. Performance per Watt Celeron N2830 lebih baik ketimbang Core I3-3217U (Sky Diver, Cloud Gate, CompuBench 1.5 Bitcoin mining) yang artinya Celeron dalam kasus ini lebih efisien. Kecepatan Celeron N2830 juga lebih cepat dengan 2.16 GHz dibanding Core I3-3217U yang hanya 1.8 Ghz.

3. ASUS adalah rekomendasi merk laptop bagus

Semua merk memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. ASUS terlalu cepat mengeluarkan seri laptop terbaru dengan spesifikasi lebih tinggi dan harga lebih murah. Jadi ketika kamu beli misalkan bulan ini, bulan depan sudah ada lagi tuh yang lebih bagus dari laptop yang kamu beli. Service centernya juga walaupun sudah banyak ditemui, tapi masih belum merata terutama untuk daerah di timur Indonesia.

Merk lain pun begitu, Acer memiliki tampilan-tampilan laptopnya yang bagus namun biasa bermasalah di kabel fleksibel layarnya (belum tahu sampai sekarang masih atau tidak, terakhir 2 tahun lalu). Sony memiliki layar yang cenderung lebih bagus, tapi bloatware nya banyak.

4. Butuh laptop bagus untuk Photo Editing dan Desain Grafis, VGA nya harus NVIDIA

Kalau ini obviously no. Semua tergantung preferensi desainer, tapi biasa yang menjadi tolok ukur utama desainer memilih sebuah laptop adalah reproduksi warna dari laptop (selain performance) yang dimana itu urusannya layar. Teknologi layar IPS dengan WXGA mempengaruhi produksi warna yang dihasilkan. Sempat dulu ada masalah bahwa warna VGA Nvidia lebih pudar dibandingkan dengan VGA AMD atau  VGA bawaan. Padahal itu karena settingan bawaan dari Nvidia yang membatasi RGB, jika itu di non-aktifkan maka warnanya tidak akan ada perbedaan mencolok (bahkan tidak ada).

Sedang untuk performa laptop, processor sekarang sudah cukup canggih dan mampu menjalankan aplikasi yang cukup berat tanpa lag. Namun pastikan saja RAM mu cukup (minimal 4GB) agar kamu tetap dapat menjalankan aplikasi lainnya saat melakukan proses desain.

Contribution Article