Loading...
Productive

Ingin Belajar Hal Baru? Buat Kurikulum Pribadi dengan Trello!

Mudahnya mengorganisasi hidup dengan Trello

Kurikulum Pribadi – Trello merupakan tools kolaborasi manajemen proyek yang cukup keren dan mudah digunakan. Untuk sekarang sih, tersedia untuk Android, IOS, dan Web (wkwkwk pembuka yang template). Intinya, Trello dapat membantu memvisualisasikan pekerjaan yang ada pada proyek di pekerjaan kita dengan metode Kanban.

Contoh kurikulum pribadi
Contoh kurikulum pribadi

Agak teknis, Kanban adalah salah satu tools dalam metode lean yang didesain untuk mengurangi waktu tunggu dalam proses produksi. Tujuan utama dari penerapan sistem Kanban adalah mengirimkan apa yang dibutuhkan dalam proses produksi dalam waktu yang tepat.

Dalam bahasa Jepang, ‘Kan’ berarti visual dan ‘ban’ berarti kartu/card, jadi Kanban merujuk pada istilah kartu visual. Dalam lean, kartu visual digunakan sebagai sebuah sistem sinyal atau pemberitahuan yang yang memicu tindakan untuk menyuplai pasokan pada saat material dibutuhkan saat proses produksi berlangsung.

Beralih ke topik. Terkadang kita sangat ingin belajar hal-hal baru diluar sekolah atau kampus yang sifatnya juga hard skill. Pertanyaannya bagaimana caranya agar kita dapat melihat secara umum apa saja materi yang sudah dipelajari, sedang dipelajari, atau tidak? Kurikulum pribadi merupakan salah satu langkah awal yang baik.

Coba definisikan dulu apa itu Kurikulum Pribadi!

Ini bahasa saya untuk daftar semua hal yang ingin dipelajari. Mari kita ambil contoh, Misalkan saya ingin belajar mengenai SEO & Analytics. Kemudian saya membuat daftar apa yang harus dipelajari sebagai berikut (misal)

  • SEO & Analytics
    • 3I: Initiate, Iterate, Integrate
    • Email Marketing
      • How to email design
    • Social Media Marketing
    • Content Marketing
      • How to research
      • Defining Focus Keyword

List ini yang saya sebut “Kurikulum Pribadi”. Jadi jika kamu ingin belajar tentang sesuatu, coba ambil materi dan submateri dari apa yang ingin kamu pelajari. Agar mudah, kamu bisa pilih sebuah buku referensi, ambil daftar isinya dan tuangkan dalam list mu. Nanti kamu bisa mencari buku lain maupun artikel untuk mendukung materi yang kamu harus pelajari. Saya beri pemisalan lagi jika list kurikulum pribadi saya, saya kutip dari sebuah buku referensi

  • SEO & Analytics
    • 3I: Initiate, Iterate, Integrate (Bab 1)
    • Email Marketing (Bab 2)
      • How to email design (Sub bab 1 Bab 2 [2.1])
    • Social Media Marketing (Bab 3)
    • Content Marketing (Bab 4)
      • How to research (Sub bab 1 Bab 4 [4.1])
      • Defining Focus Keyword (Sub bab 2 Bab 4 [4.2])

Memindahkan kurikulum pribadi ke Trello.

Cara Trello cukup unik, jadi Trello akan dibagi berdasarkan papan (board). Board ini dibagi menjadi 3 yaitu “To Do”, “Doing”, dan “Done”. Dalam board tersebut, kita dapat menempelkan “Kartu” berisi detil pekerjaan kita. Uniknya lagi, board dalam Trello dapat dilihat oleh teman-teman kita yang kita undang untuk melihat. Jadi, jika ada proyek yang ingin dikerjakan bersama, Trello dapat dengan mudah membantu kamu mengelolanya.

Mari kita pindahkan list kurikulum pribadi kita ke Trello

  1. Buat ‘Personal Board’ dengan judul materi utama yang ingin kamu pelajari. Dalam contoh, yaitu SEO & Analytics
  2. kurikulum pribadi
    List Kartu yang akan kamu buat (sesuai contoh)

    Maka ketika ‘Personal Board’ mu dibuka, akan terlihat 3 board berjudul “To Do”, “Doing”, dan “Done”. Buat kartu dengan pada “To Do” dengan mengeklik “Add a card” pada Board “To Do”. Judul kartu merupakan bab dari apa yang ingin kamu pelajari (atau level list kedua setelah judul [karena level list pertama adalah judul materi utama]  pada kurikulum pribadimu)

  3. Lalu double-click masing-masing kartu untuk membukanya dan buat “Checklist” pada tiap kartu. Isi setiap kartu dengan sub-bab materimu.

  4. Seiring berjalannya waktu dan kamu mulai belajar sesuai kurikulum pribadimu, ceklis semua materi yang telah kamu pelajari dari masing-masing bab. Sehingga, ini mengisyaratkan misal, jika kamu telah mempelajari “How to research (Sub bab 1 Bab 4 [4.1])” dan “Defining Focus Keyword (Sub bab 2 Bab 4 [4.2])” pada Checklist-mu maka kamu telah menyelesaikan Bab “Content Marketing”.

  5. Selagi mempelajari bab materimu, pindahkan kartumu ke “Doing”. Ini mengisyaratkan bahwa kamu sedang mempelajari bab tersebut.

  6. Jika semua Checklist sudah ter-ceklis (gangerti lagi kalau artikel ini Bahasa Inggris), drag-and-drop bab yang Cheklistnya sudah terpenuhi dan pindahkan ke Done.

Sudah paham? Selamat belajar!

Kamu bisa lakukan beberapa penyesuaian untuk menjadikan kurikulum pribadimu cocok dengan gaya dan sistem penjadwalanmu. Sekarang kamu bisa belajar apapun tanpa kehilangan fokus terhadap apa yang harus kamu pelajari, sedang, dan telah dipelajari.

Contribution Article